REMAJA DAN KEMARAHAN : EMOSI YANG SERING DISALAHPAHAMI

REMAJA DAN KEMARAHAN : EMOSI YANG SERING DISALAHPAHAMI

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Email

Masa remaja adalah masa ketika emosi terasa jauh lebih besar dari biasanya. Hal-hal kecil bisa terasa sangat menyakitkan, melelahkan, atau membuat marah tanpa alasan yang benar-benar jelas.

Terkadang remaja marah karena merasa:

  • tidak dimengerti,
  • dibandingkan,
  • terlalu ditekan,
  • atau memendam terlalu banyak hal sendirian.

Namun sayangnya, kemarahan remaja sering hanya dianggap sebagai:

“Anaknya memang pembangkang”
“Lagi cari perhatian”
“Emosian banget”

Padahal di balik kemarahan, sering kali ada perasaan yang belum berhasil mereka ungkapkan.

Kemarahan Bukan Selalu Tentang Ledakan Emosi

Tidak semua remaja menunjukkan kemarahan dengan berteriak atau membanting barang.

Kadang kemarahan terlihat seperti:

  • diam berkepanjangan,
  • menjauh dari keluarga,
  • mudah tersinggung,
  • membalas dengan nada kasar,
  • atau memendam semuanya sendiri.

Karena itu, penting bagi remaja untuk belajar memahami emosinya sendiri sebelum emosi itu berubah menjadi sesuatu yang menyakitkan.

Remaja Perlu Belajar Mengelola Marah, Bukan Menekan Marah

Banyak remaja tumbuh dengan kalimat seperti:

  • “Jangan lebay.”
  • “Kamu terlalu sensitif.”
  • “Udah, jangan marah terus.”

Akibatnya, mereka belajar memendam emosi, bukan mengelolanya.

Padahal kemarahan yang terus dipendam bisa berubah menjadi:

  • kelelahan emosional,
  • rasa frustrasi,
  • hubungan yang renggang,
  • bahkan kebencian pada diri sendiri.

Belajar menghadapi marah dengan sehat adalah bagian penting dari pertumbuhan emosional remaja.

Buku yang Membantu Remaja Memahami Emosinya

“How to Deal with Anger” hadir sebagai teman untuk remaja yang sedang belajar memahami dirinya sendiri.

Bukan buku yang menghakimi.
Bukan juga buku yang memaksa untuk selalu kuat.

Melalui pembahasan yang ringan dan dekat dengan kehidupan remaja, buku ini membantu pembaca memahami:

  • kenapa mereka mudah marah,
  • apa yang sebenarnya mereka rasakan,
  • dan bagaimana menghadapi emosi tanpa menyakiti diri sendiri maupun orang lain.

Karena marah bukan musuh.
Yang penting adalah bagaimana kita belajar menghadapinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buku Terbitan Terang Sejati

Hari Pertamaku Bertamu (My First Time Being a G...
Rp 55.000
Hari Pertamaku Sekolah (My First Day at School)
Rp 55.000
Aku Jadi Tahu : Cara Kerja Tubuhku
Rp 155.000
Kamus Komplet Bahasa Spanyol
Rp 95.000
Menafsir Ulang Pater Leo Dehon
Rp 85.000
Belajar Dewasa Lewat Kata-Kata Kecil
Rp 80.000
Jelajah Nusantara
Rp 90.000
Catatan Gagal Usaha
Rp 75.000
30 Hari Belajar Bahasa Inggris for Kids
Rp 75.000
Search
Cari berdasarkan tag
Daftar Tag pada Produk di Website ini
Cari berdasarkan kategori
Daftar Kategori pada Produk di Website ini