Produk: Ayah Manusia Minim Kata
MOCKUP COVER Ayah Manusia Minim Kata

Ayah Manusia Minim Kata

Rp55.000,00

Bagian terpenting dalam hidup kita yang kadang kerap kita lupakan dan mungkin terasa begitu menyebalkan ketika kita kecil adalah ‘ayah’. Entah karena ia begitu banyak mengambil peran dalam hidup kita, atau karena ia justru terasa jauh bagi kita. Baik anak laki-laki maupun perempuan, kadang kita merasa kehadiran ayah hanya terpaku pada dua hal, kalau tidak menyebalkan, ya menakutkan. Iya menyebalkan karena ketidakhadirannya. Iya menakutkan karena sekalinya bicara nada suaranya meninggi dan lantang. Tak jarang kita merasa begitu jauh dengan ayah kita, padahal, ayah ada di depan mata. Lalu, bagaimana dengan ayah sendiri? Buku ini tidak akan bisa mewakili semua perasaan dan keterikatan antara ayah dan anak di dunia ini. Meski buku ini tidak sepenuhnya ditulis oleh ayah, namun dalam buku ini kita mencoba merefleksikan bagaimana berdiri di POV ayah. Bagaimana khawatirnya ia, sedihnya, marahnya, kecewanya, dan usaha yang diam-diam selalu dia lakukan untuk kita.  Ayah, manusia minim kata, bukan berarti tidak cinta kita.  Barangkali, ada cara-cara yang mereka lakukan untuk mendukung kita dan menyediakan jalan yang lapang agar kita tidak takut gagal.  Barangkali ada doa-doa yang mereka ucapkan untuk merangkul kita ketika kita kecewa pada dunia.  Barangkali ada air mata yang diam-diam mengalir karena takut anaknya tidak bisa bertahan dengan apa yang dihadapi.  Kira-kira, itulah gambaran ayahku, bagaimana dengan ayahmu? Apakah kita punya cerita yang sama tentang ayah? Selamat menyelami kembali waktu bersama ayah melalui buku ini.
Penulis: N. Pita & Dinikw
Penerbit: Terang Sejati

Bagikan

Bagian terpenting dalam hidup kita yang kadang kerap kita lupakan dan mungkin terasa begitu menyebalkan ketika kita kecil adalah ‘ayah’. Entah karena ia begitu banyak mengambil peran dalam hidup kita, atau karena ia justru terasa jauh bagi kita. Baik anak laki-laki maupun perempuan, kadang kita merasa kehadiran ayah hanya terpaku pada dua hal, kalau tidak menyebalkan, ya menakutkan. Iya menyebalkan karena ketidakhadirannya. Iya menakutkan karena sekalinya bicara nada suaranya meninggi dan lantang. Tak jarang kita merasa begitu jauh dengan ayah kita, padahal, ayah ada di depan mata. Lalu, bagaimana dengan ayah sendiri? Buku ini tidak akan bisa mewakili semua perasaan dan keterikatan antara ayah dan anak di dunia ini. Meski buku ini tidak sepenuhnya ditulis oleh ayah, namun dalam buku ini kita mencoba merefleksikan bagaimana berdiri di POV ayah. Bagaimana khawatirnya ia, sedihnya, marahnya, kecewanya, dan usaha yang diam-diam selalu dia lakukan untuk kita.  Ayah, manusia minim kata, bukan berarti tidak cinta kita.  Barangkali, ada cara-cara yang mereka lakukan untuk mendukung kita dan menyediakan jalan yang lapang agar kita tidak takut gagal.  Barangkali ada doa-doa yang mereka ucapkan untuk merangkul kita ketika kita kecewa pada dunia.  Barangkali ada air mata yang diam-diam mengalir karena takut anaknya tidak bisa bertahan dengan apa yang dihadapi.  Kira-kira, itulah gambaran ayahku, bagaimana dengan ayahmu? Apakah kita punya cerita yang sama tentang ayah? Selamat menyelami kembali waktu bersama ayah melalui buku ini.

Buku Terkait

Devi Ardiyanti, Mirna Rahmasari
Rp 55.000,00

Buku Favorit Kamu

No data was found
Search
Cari berdasarkan tag
Daftar Tag pada Produk di Website ini
Cari berdasarkan kategori
Daftar Kategori pada Produk di Website ini