
Rp80.000,00
Buku ini lahir dari perjalanan panjang kita, perjalanan menerima luka-luka kecil yang menumpuk, hingga akhirnya kita berani menyebutnya dengan jujur: ternyata anak tengah yang penuh luka itu aku. Buku ini tidak hanya bercerita tentang luka. Ia adalah perayaan—perayaan tentang bertahan, tentang tumbuh dewasa tanpa tepuk tangan, tentang menemukan arti diri di antara jarak, dan tentang belajar meneruskan cinta tanpa harus mewariskan luka.
Untuk setiap anak tengah yang merasa tak terlihat, untuk setiap kelopak–kelopak tengah yang gagal menjadi utuh, untuk setiap bunga yang berani tumbuh di sela–sela kemarau, buku ini aku tulis sebagai pelukan. Agar kita tahu: kita tidak pernah sendirian. Sebab ini satu–satunya cara berkomunikasi untuk memanggil kita yang lama tersesat karena hilang arah, kemarilah, kita tetap layak merayakan perjalanan kita sendiri.
Selamat bertumbuh dan tetaplah mekar meski tidak ada yang melihatnya.Penulis
Penerbit
Penyunting
Tahun Terbit
Jml. Halaman
Bahasa
Dimensi
Jenis Cover